Sejarah furnitur Prancis

Abad Pertengahan 900 – 1500
Mebel Abad Pertengahan praktis dirancang. Itu sering sangat besar, sederhana dan berat.

Mebel awal ini mengikuti garis arsitektur. Sangat sedikit perabot dari masa ini yang diukir, hanya yang dibuat untuk menunjukkan kekayaan.

Renaissance 1500-1610
Selama era Renaissance, para pengrajin Prancis mulai membuat furnitur dengan desain ukiran dan hiasan yang dalam. Banyak prasmanan dan lemari dibuat agar terlihat seperti bangunan kecil yang dipengaruhi oleh arsitektur Romawi atau Yunani.

Louise XIII 1610-1640
Mebel Prancis selama era Louise XIII sangat dipengaruhi oleh desain Italia. Tema umum adalah solid dan solid dengan ukiran geometris.

Saat ini furnitur diharapkan menjadi cantik dan nyaman. Pelapis jok yang solid menjadi salah satu penemuan besar di zaman ini dengan furnitur yang terisi penuh.

Louis XIV 1640-1715
Selama era ini ada peningkatan daya tarik untuk Timur Jauh dan semua hal Asia. Pengrajin Prancis menyalin gaya dan menambahkan bahasa Prancis mereka sendiri & # 39; pengaruh.

Mebel yang paling menonjol pada zaman ini adalah pemuatan yang sangat mewah dan sangat mendetail.

Regence 1715-1730
Mebel gaya Regence dipengaruhi oleh seorang arsitek dan pembuat furnitur yang disewa oleh penjabat bupati Louis XIV yang mendekorasi apartemennya.

Regence adalah era di mana apartemen diciptakan. Skala yang lebih kecil dari rumah-rumah ini memperkenalkan furnitur yang lebih ringan dan lebih berhias. Garis lengkung asimetris menggantikan garis lurus simetris dan veneer kayu sederhana, bukan inlay kayu yang mewah.

Louis XV 1730-1770
Louis XV memerintah atas "Zaman Keemasan" dari gaya dekoratif Prancis. Furnitur Perancis dalam gaya Perancis dipengaruhi oleh meningkatnya pengaruh perempuan di lapangan, memperkenalkan furnitur cantik dengan garis-garis perempuan anggun.

Ciri-ciri yang dominan pada zaman furnitur ini adalah sudut-sudut persegi pada meja dan lemari daripada bulat, kaki lurus dan frame kursi dengan bingkai pemutar pita diperkenalkan.

Directoire 1790-1805
Gaya Mebel Prancis ini merupakan gangguan gaya kerajaan yang mewah dari masa lalu. Desain lebih tenang dan tema dari zaman kuno dan alam kurang umum.

Perabotan zaman ini direndam jauh dari pola-pola geometris dan mulai menggabungkan guci-guci Yunani dan patung-patung perempuan yang terpahat. Fitur mencolok pada zaman itu adalah motif Etruscan, seperti binatang dan daun palem bergaya. Motif lain dipengaruhi oleh revolusi Prancis dan termasuk karangan bunga, obor dan lambang suka perang.

Empire 1805-1815
Perabotan Empire umumnya besar dan didekorasi dengan kuningan dan paduan berwarna emas seperti tembaga, seng, dan timah. Kampanye Napoleon di Mesir menyaksikan pengenalan furnitur yang didekorasi dengan motif Mesir seperti sphinx.

Perabotan zaman ini berisi desain simetris yang berani untuk menggantikan ukiran hiasan dan bentuk romantis bulat. Rijksmunstenaars juga terinspirasi oleh periode Yunani-Romawi kuno dengan elemen dekoratif seperti karangan bunga, angsa, griffin, dan guci. Motif-motif dibuat dari perunggu dan diaplikasikan pada bentuk-bentuk simetris.

Pemulihan 1815-1830
Pemulihan bertepatan dengan revolusi industri di mana proses dalam pembuatan furnitur berubah. Pada saat yang sama, kelas menengah meningkat, meningkatkan permintaan furnitur.

Gaya furnitur kerajaan tetap, namun, kontur kaku melunak dan sentuhan lucu ditambahkan. Motif umum pada zaman itu termasuk alat musik, mawar, angsa, dan tumpah ruah. Era restorasi juga melihat kembalinya tatahan kayu yang digunakan untuk mendekorasi furnitur.

Louise Philippe 1830-1850
Sampai sekarang, furnitur dijual secara terpisah. Revolusi industri membawa proses produksi baru, pengrajin mulai membuat set furnitur untuk kamar tidur dan ruang makan.

Mebel dari era ini mempertahankan garis-garis bundar sederhana dari era restorasi, tetapi dengan dekorasi yang lebih sedikit. Fitur yang menentukan gaya Louis Philippe adalah kurva lembut di bagian atas prasmanan, peti dan lemari.

Napoleon III 1850-1880
Gaya Napoleon III digambarkan luas, beragam, dan mencolok. Mebel dari waktu ini telah digunakan dalam gaya Prancis selama 500 tahun terakhir. Sudah lazim untuk mencampur gaya furnitur yang berbeda dalam satu perabot.

Perabotan dari zaman ini menyaksikan diperkenalkannya meja kopi, bangku dan kursi malas. Mebel menangani bentuk aneh, ibu dari mutiara dan sering termasuk besi cor, bubur kertas, atau gading bertatahkan.

Art Nouveau 1880-1920
Gaya furnitur ini berasal dari gerakan seni dan kerajinan di Inggris, yang telah menghidupkan kembali furnitur dan kerajinan buatan tangan.

Mebel dari era ini terus menggunakan garis melengkung yang mengalir dan memperkenalkan kembali bentuk asimetris yang mengingatkan kita pada periode Louise XV. Fitur-fitur penting di jaman ini termasuk, elemen fantasi dan motif dari cetakan Jepang, arsitektur Gothic dan lukisan simbolik pengaruh Inggris.

Art Deco 1920-1940
Gaya art deco dipengaruhi oleh periode Kekaisaran dan Louise XVI. Mebel sering dihiasi dengan bentuk geometris dan motif yang terinspirasi Mesir.

Mebel zaman ini ditandai dengan desain geometris yang berani. Desainer juga memiliki pengalaman dengan kayu eksotis, cat baru, dan Polandia Prancis. Perabotannya dihiasi dengan logam, ibu dari mutiara, gading, besi tempa, dan pelapis kayu.



Source by Chelsi Woolz